Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Tuesday, 26 June 2018

TIDAK SEMUA KASCING BISA DI PERGUNAKAN SEBAGAI PUPUK SEGALA TANAMAN


Kotoran cacing (kascing) banyak dipasarkan sebagai sumber organik yang sangat penting bagi tanaman, terutama unsur-unsur utama yang dikandungnya seperti; nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K), juga dikenal sebagai "elemen pupuk." Kotoran cacing (kascing) adalah produk yang dihasilkan dari budidaya cacing tanah, dimana kompos akan di olah menggunakan berbagai jenis cacing tanah yang kemudian lebih dikenal dengan istilah vermikompos. Dalam proses vermikompos, diyakini kandungan kontaminasi dari bahan-bahan kompos berkurang, sementara konsentrasi elemen nutrisi secara drastis meningkat, sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai tinggi sebagai pupuk organik untuk elemen nutrisi terpenting tanaman.
Kandungan unsur dari vermikompos mencerminkan materi yang diurai oleh cacing tanah itu sendiri, tingkat konsentrasi nutrisi ditentukan oleh tingkat dekomposisinya. Sangat dipercaya unsur-unsur itu mungkin ada dalam berbagai bentuk di vermikompos, meskipun belum ada sumber literatur yang signifikan telah membuktikan kebenarannya. Fakta bahwa kandungan unsur dari suatu vermikompos akan mencerminkan komposisi unsur dari material kompos yang di gunakan, sehingga kandungan unsur dalam vermikompos tidak ada yang konsisten, semuanya tergantung dari komposisi kompos yang akan dipergunakan dalam vermikompos.
Oleh karena itu, untuk penggunaan bahan untuk vermikompos, akan disarankan untuk mengetahui kandungan unsurnya guna menentukan berapa banyak vermikompos yang diperlukan untuk disediakan, baik semua, atau sebagian dari kebutuhan unsur tanaman ketika digunakan sebagai sumber pupuk. Ini diasumsikan akan terjadi dekomposisi yang cukup untuk melepaskan elemen nutrisi ke dalam pencampuran media dalam bentuk yang cocok untuk penyerapan akar. Karena vermikompos adalah produk akhir dari dekomposisi, mungkin resistensi terhadap dekomposisi merupakan faktor yang juga dapat ditentukan oleh sifat fisik dan kimia dari media yang digunakan.
Semisal kandungan bahan-bahan yang akan didekomposisikan menggunakan 2 jenis spesies cacing tanah dan media yang digunakan pupuk kandang sebagai sumber utamanya, kisaran kandungan unsur untuk 3 elemen pupuk organik yang di hasilkan dalam KASCING adalah:
  • Nitrogen (N) 0,56 - 0,66%
  • Fosfat (P2O5) 0,75 - 1,93%
  • Kalium (K) 0,40 - 2,30%

Ragam kandungan unsur seperti itu akan menimbulkan masalah bagi petani dalam menentukan tingkat aplikasi yang sesuai untuk penggunaan pupuk organik untuk diterapkan pada tanaman.
Berdasarkan data yang terbatas ini, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah banyak kandungan unsur dalam vermikompos, oleh karena itu, profil unsur tidak dapat ditentukan karena setiap materi vermikompos akan memiliki profilnya sendiri. Selain itu, metode ekspresi untuk unsur-unsur tidak selalu konsisten untuk unsur P dan K karena mereka dapat diberikan baik sebagai elemen atau bentuk oksida (P2O5 dan K2O). Oleh karena itu kandungan unsur yang akan digunakan sebagai bahan vermikompos yang cocok sebagai sumber gizi untuk tanaman perlu ditentukan di awal sebelum memulai membuat pupuk organik dari cacing tanah.
Dari 3 Unsur N, P K ada kandungan unsur nutrisi tanaman penting lainnya ditentukan, kalsium (Ca, 076-3,36%), magnesium (Mg - 0,21-1,20%), tembaga (Cu - 21 sampai 455 ppm), mangan (Mn - 154 hingga 496 ppm), dan seng. (Zn - 14 hingga 750 ppm), elemen yang sangat bervariasi dalam konsentrasi mereka. Untuk unsur sulfur (S - 0,21 hingga 0,64%), variasi di antara 5 bahan dalam konsentrasi jauh lebih sedikit.

Wednesday, 20 June 2018

PROSPEK USAHA BUDIDAYA CACING TANAH

Kebanyakan orang bertanya, khususnya calon peternak yang mau terjun ke dunia budidaya cacing tanah, atau peternak yang sudah lama berkecimpung dalam budidaya cacing tanah kemudian akhirnya mereka gulung tikar atau tidak melanjutkan lagi budidayanya dikarenakan beberapa hal diantaranya; mau dikemanakan hasil panennya, bagaimana cara memasarkannya, bahkan ada yang beralasan antara modal yang dikeluarkan dengan hasil panenya tidak sebanding, cacing yang di budidayakan tidak banyak yang berminat dan masih banyak lagi alasan-alasan yang sering muncul dikalangan baik calon maupun pelaku budidaya cacing tanah itu sendiri.
Perlu ditekankan sekali lagi, sebelum terjun dalam budidaya cacing matangkan hati saat memulai usaha ini. Kalau hanya sekedar coba-coba membudidayakan cacing silahkan, asal jangan sekali-kali berangan-angan tinggi sebelum berhasil membudidayakan cacing tanah. Karena sering kita baca artikel di internet bahwa membudidayakan cacing sangatlah mudah dan hasilnya berlipat ganda, semisal kita membudidayakan cacing tanah 1 kg dalam 30-40 hari akan menghasilkan panen cacing tanah 3 sampai 4 kg. Itu semuanya adalah bohong, kecuali kita sudah berpengalaman, tahu bagaimana dan seperti apa pola hidup cacing tanah yang akan dibudidayakan.
Sebenarnya kalau kita berbicara bisnis, seberapa prospek kah peluang usaha budidaya cacing tanah itu? selain cacing sebagai umpan memancing apa saja manfaat cacing tanah itu? terus produk turunan dari budidaya cacing tanah itu apa saja? untuk jelasnya prospek usaha budidaya cacing tanah ini umumnya mengarah pada peternakan dan pertanian. Disektor peternakan; cacing tanah biasanya diolah untuk dijadikan pakan hobi burung berkicau, pakan belut, pakan sidat, pakan unggas, pakan ikan dll. Sedangkan disektor pertanian; kotoran cacing atau yang lebih dikenal dengan istilah kascing sangat cocok dijadikan pupuk organik segala tanaman, mulai tanaman hias di kebun maupun di pot, tanaman buah-buahan, sayur-mayur, palawija, padi dan lain sebagainya. Pupuk organik kascing dewasa ini merupakan pupuk terfavorit dikalangan para petani karena terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kualitas produksi tanaman, karena mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur kimia makro dan kimia mikro yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Melihat prospek seperti ini usaha budidaya cacing tanah sebagai penghasil biomassa cacing tanah sangatlah menjanjikan untuk dijadikan peluang usaha.

Monday, 18 June 2018

PELATIHAN VERMIKOMPOS DUSUN NGANTRU, DESA SEKARAN, KECAMATAN KASIMAN BOJONEGORO

Masih banyak petani dan peternak  belum paham betul tentang integrated farming. Sebagai bukti, masih banyak dijumpai penumpukan kotoran-kotoran hasil ternak di beberapa desa di Daerah Bojonegoro Jawa Timur.
Kotoran sapi yang dihasilkan terkadang dibiarkan menumpuk begitu saja di kandang. Kotoran-kotoran sapi tersebut tidak dipergunakan oleh pemiliknya. Akibatnya, timbul pencemaran udara karena bau dan muncul banyak vektor penyakit seperti lalat, cacing, kutu, caplak, tungau dan lain-lain. 
“Seperti di Dusun Ngantru, Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. Di wilayah ini mayoritas warga memelihara sapi potong sekaligus berkecimpung sebagai petani palawija, tapi sayang sistem pertanian terpadu ini belum diterapkan," ujar Ahmad Khairul Hakim, M.Si Dosen Fakultas Manajemen UINSA Surabaya.
Sistem pertanian yang terintegrasi atau lebih sering disebut integrated farming merupakan sistem yang memadukan sektor pertanian dengan beberapa sektor lain, salah satunya adalah sektor peternakan. Contoh perpaduan ini berupa penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk serta menggunakan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Mestinya dengan penerapan integrated farming ini akan lebih menguntungkan karena limbah masing-masing sektor dapat dimanfaatkan sebanyak-banyaknya.
Untuk itulah beliau lantas memperkenalkan pupuk organik pada masyarakat petani dan peternak. Bersama dengan Timnya, M. Firman M, SE., MM., Saiku Rokhim, M. KKK., dan Dr. Mustafa Hermanto, MM. bekerjasama dengan BALITBANG Provinsi Jawa Timur, memperkenalkan metode pembuatan pupuk organik dari bahan dasar kotoran ternak sapi (Vermikompos). Vermikomposting adalah metode menggunakan cacing sebagai media atau alat untuk menguraikan limbah kotoran ternak sapi, diubah menjadi Pupuk Orgnik kaya nutrisi yang mampu memasok nutrisi yang diperlukan untuk membantu mempertahankan pertumbuhan tanaman. Selain itu, kotoran cacing tanah juga kaya usur hara. Pasalnya, aktivitas cacing tanah mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara N, P, dan K di dalam tanah. Unsur-unsur tersebut merupakan unsur pokok bagi tanaman. Karena menurut para Peneliti cacing tanah dapat meningkatkan kadar K tersedia 19% dan P tersedia 165%.
Keempat dosen UINSA Surabaya sebelumnya mengadakan sosialisasi kepada warga setempat mengenai keunggulan pupuk organik Kascing dan cara pembuatannya. Keempat dosen ini mengadakan penelitian bertujuan untuk memperkenalkan manfaat vermikomposting bagi sektor pertanian, peternakan maupun sektor perekonomian masyarakat Dusun Ngantru, Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.
Banyak warga Dusun Ngantru sangat antusias terkait pembuatan pupuk ini. Mereka merasa sangat senang dengan program ini, disamping mampu menghasilkan pupuk, tingkat pencemaran akibat kotoran pun dapat berkurang serta dapat menambah perekonomian warga setempat.

Tuesday, 8 April 2014

CACING TANAH SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN TERNAK

Mungkin masih belum banyak orang mengetahui jika cacing tanah sebenarnya bisa dijadikan pakan ternak, baik diberikan secara utuh maupun dicampur dengan konsentrat. Karena menurut hasil penelitian para ahli makanan ternak, ternyata selain tepung ikan, cacing tanah bisa digunakan untuk pakan ternak, unggas dan umpan untuk mancing. Kadar protein yang dikandung cacing tanah sampai 76%, lemak, mineral, dan 13 jenis asam amino. Melihat kandungan yang didapat dalam cacing tanah, maka tepung yang berasal dari cacing tanah dianggap lebih tinggi manfaatnya dibandingkan kandungan yang ada pada tepung ikan. Bahkan, akhir-akhir ini, beberapa industri pembuat pakan melirik cacing tanah sebagai bahan campuran pakan komersial yang diolah dalam bentuk tepung dan dijadikan pelet atau crumble.
Dengan demikian, penggunaan cacing tanah sebagai sumber protein pada pakan ternak secara tidak langsung dapat menekan biaya produksi pakan. Selain itu, penggunaan tepung cacing tanah juga dapat mendorong pertumbuhan pembudidaya cacing tanah untuk lebih serius untuk menangani bidangnya dan juga bisa menghemat devisa. Pasalnya, selama ini, stok tepung ikan ditanah air kebanyakan didatangkan dari luar negeri, sehingga kondisinya relatif tidak stabil karena tergantung musim.
Sayangnya, belum semua industri pakan beralih menggunakan tepung cacing tanah sebagai bahan dasar utamanya. Permasalahannya hanya satu, suplai cacing tanah hingga saat ini masih sulit diperoleh secara rutin dan jumlahnya belum memadai.

Sebagai Pakan Ayam Pedaging
Berdasarkan hasil penelitian para ahli balai penelitian ternak dapat disimpulkan bahwa cacing tanah (Lumbricus rubellus) mempunyai prospek yang baik sebagai bahan pakan alternatif dilihat dari kandungan zat-zat nutrisinya. Penggunaan tepung cacing tanah sampai taraf 15% dalam ransum memberikan respon yang baik terhadap pertumbuhan, bobot karkas, bagian potongan karkas dan organ dalam ayam pedaging.
Untuk penggunaan cacing tanah yang efisien baik teknis maupun ekonomis, perlu diupayakan budidayanya dengan memanfaatkan limbah organik dan aplikasi teknologi tepat guna dalam proses pengolahannya.

Pakan Ikan Konsumsi dan Ikan Hias
Sidat maupun belut sangat menyukai cacing tanah sebagai pakan alaminya. Hal ini dimungkinkan karena cacing tanah mudah dicerna dan tidak memiliki tulang atau kulit yang keras, sehingga mudah dikonsumsi sidat maupun belut. Karena itu, peternak sidat maupun belut dapat memanfaatkan cacing tanah hasil budi dayanya untuk di jadikan sebagai pakan sidat maupun belut, sehingga para peternak sidat maupun belut  dapat menekan biaya produksinya.
Selain itu, pelet ikan yang terbuat dari tepung cacing tanah juga dapat digunakan sebagai ransum penambahan protein untuk dijadikan pakan semua jenis ikan peliharaan lain, baik ikan untuk dikonsumsi maupun ikan hias.

Monday, 17 March 2014

PUPUK KOTORAN CACING TANAH (KASCING)

Kascing adalah pupuk alami yang diproduksi oleh cacing tanah dengan memakan bahan limbah organik dan kemudian dikeluarkan melalui fesesnya. Kascing dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman, sayuran, bunga, berkebun, dll. Kascing dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah secara organik sehingga mengurangi penggunaan pupuk kimia berlebihan. Karakteristik kascing warna hitam mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman dan meningkatkan tingkat gizi tanah. Pupuk ini dapat memperkuat batang pohon dan meningkatkan pertumbuhan daun serta mempercepat proses fotosintesis sehingga daun menjadi mengembang dan lebih sehat. 
Kascing sangat kaya akan nutrisi dan mineral merangsang pertumbuhan  tanaman lebih baik dari produk alam lainnya, meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air, dan juga menghambat penyakit akar seperti akar membusuk. Humus dalam kascing menghilangkan racun dan jamur serta bakteri berbahaya dari tanah. Karena kascing memiliki kemampuan untuk melawan penyakit tanaman. 
Salah satu fitur terbaik dari kascing adalah kita dapat menggunakan sebanyak yang kita inginkan tanpa takut akan membunuh tanaman yang masih muda seperti pupuk lain yang dikenal dapat melakukannya. Yang sangat menakjubkan adalah, nutrisi mudah tersedia dan pada saat yang sama secara alami kascing memiliki fitur slow release, menyebabkan pelepasan nutrisi bisa bertahan hingga 2 bulan. Manfaat ini diletakkan di tempat dimana selama proses pencernaan cacing tanah itu terjadi. Yang terbaik dari kascing adalah dapat berlangsung secara terus-menerus dan memberikan manfaat jangka panjang. Sedangkan kompos biasa tidak memiliki manfaat ini, mereka diletakkan ditaman atau kebun hanya untuk memperkaya tanah tanaman saja, nutrisi yang tersedia pun cepat hilang. 
Manfaat alami lain dari kascing adalah kemampuannya untuk memperbaiki logam berat dalam limbah organik, yang mencegah tanaman menyerap lebih banyak senyawa kimia daripada yang mereka butuhkan. Senyawa-senyawa itu bisa diberikan nanti saat tanaman membutuhkannya. Sebuah perlindungan alami bagi tanaman yang diatur oleh Sang Pencipta!
Dalam penggunaanya pun tidak perlu terlalu banyak jika hanya digunakan disekita rumah seperti; tanaman ditaman rumah kita, sayuran dan bunga di dalam pot atau poly bag. Karena asam humat dalam kascing dapat merangsang pertumbuhan tanaman secara cepat, bahkan dalam konsentrasi rendahpun. Asam humat juga merangsang perkembangan populasi mikroflora di dalam tanah. Menurut hasil uji lab kascing mengandung nitrogen 5 kali lebih besar dari humus biasa, fosfat 7 kali lebih besar, kalium 11 kali, dan magnesium 3 kali. Dengan demikian kascing bisa dikatakan sebagai kondisioner terbaik bagi tanah disekitarnya dan bermanfaat untuk digunakan untuk segala tanaman baik didalam maupun diluar ruangan serta terbebas dari bau dan dijamin 100% organik.

Beberapa manfaat Kascing lainnya: 
  1. Kascing dapat memperbaiki struktur tanah.
  2. Kascing meningkatkan ketahanan kekeringan.
  3. Kascing dapat mengurangi biaya irigasi hingga 50% dengan mempertahankan kelembaban di dalam tanah.
  4. Kascing meningkatkan aktivitas mikroba menguntungkan yang menghasilkan tanaman sehat.
  5. Kascing membantu mengurangi lumut di rumah kaca, kolam & laguna.
  6. Kascing tidak menyebabkan pencemaran air tanah.
  7. Kascing mengurangi karbon dalam tanah dan meningkatkan kadar nitrogen pada tanaman dan mudah digunakan.
  8. Kascing benar-benar aman untuk digunakan sekitar lingkungan anak-anak dan hewan peliharaan.
  9. Kascing tidak memiliki bahan kimia berbahaya.
  10. Kascing adalah 100% tidak beracun.
  11. Kascing tidak akan membunuh tanaman kita, tidak seperti pupuk kandang lainnya.
  12. Kascing menetralisir racun, bakteri berbahaya dan jamur dari tanah.
  13. Kascing membantu mencegah tingkat pH ekstrim.
  14. Nutrisi yang ditemukan dalam kascing bertahan hingga 6 kali lebih lama dari nutrisi yang ditemukan dalam tanah biasa.
  15. Cacing tanah bertindak sebagai filter alami, menyaring kotoran, bahan kimia, dll meninggalkan kascing mereka 100% organik.
  16. Kascing adalah pupuk organik dan alami sempurna dengan kealamian seimbang, mengandung mineral tingkat tinggi dan nutrisi untuk tanaman kita.



Monday, 14 October 2013

POTENSI PASAR CACING TANAH

Seperti halnya bisnis lainnya, yang pertama kali menjadi pertanyaan adalah: "apakah ada pasar untuk produk kita" sebenarnya itu adalah pertanyaan yang sangat mengejutkan bagi petani potensial yang belum benar-benar siap untuk mendengarkan pertanyaan ini. Itu semua diasumsikan sebagai literatur penjualan atau saran bisnis pasar yang perlu diketahui bagi para petani dan itu harus terjadi.
Beberapa pertanyaan yang harus dintanyakan : Siapa yang akan membeli cacing tanah? Dimana pasar ini? Mana dan siapa yang saat ini mau membeli cacing tanah dari kita? Apakah pasokan pasar untuk ini kurang atau kelebihan, asumsi pasar besar ini hanya menunggu untuk diberikan pada petani.

Pertanyaan selanjutnya adalah : ? Bagaimana cara mengembangbiakan cacing tanah ini untuk menjadi besar dan memiliki lahan yang cukup untuk membangun kandang cacing tanah kita, kalau keduanya tercukupi bagimana cara kita memperlakukan mereka agar dapat beradaptasi untuk pertumbuhannya?.
Oke, sekarang kita memiliki kandang yang cukup, kemudian apa yang diperlukan untuk mengisi kandang dengan media yang cocok bagi mereka. Sering dianjurkanuntuk mencari bahan-bahan yang mudah tersedia dan murah seperti pupuk kandang seperti kotoran sapi atau kuda atau lain sebagainya. Bahkan mungkin kita memiliki produk limbah pertanian seperti kompos atau sampah organik rumah tangga (tetapi tidak mengandung bahan kimia). Media hidup cacing tanah sudah terpenuhi, sekarang kita memikirkan bahan makan apa yang murah dan mudah untuk didapatkan para petani?
Untuk memulainya perlu kita konsultasikan kepada petani-petani cacing tanah yang sudah sukses dalam mengembangbiakkannya. Mungkin kita akan dianjurkan untuk memberikan bahan makanan yang tersedia dilingkungan sekitar diantaranya; sampah pasar seperti kentang, wortel, atau limbah kertas dll. Bahkan mungkin dianjurkan untuk membeli pakan khusus (bisanya mahal), namun sedikit pemikiran tampaknya diberikan apakah bahan makanan tersebut dapat meningkatkan kuantitas produksi dan meningkatkan kesehatan cacing tanah.
Menjaga keseimbangan yang tepat untuk produksi cacing tanah yang sehat sering-seringlah berkonsultasi kepada petani cacing tanah yang sudah sukses, sebab kadang-kadang petani pemula mengalami masalah dalam penurunan kuantitas produksi, karena apa yang diharapkan petani dalam pemanenan dari jumlah yang diberitahukan dari jumlah (x) cacing tanah akan menghasilkan keturunan (x) dalam kurun waktu (x), karena populasi perkembangan cacing tanah sangatlah sulit diprediksi dan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Sekarang tiba pada titik panen, bagaimana kita melakukan ini? mengingat bahan media dan makanan yang digunakan tidak ada pilihan lain selain kita menggunakan tangan kita secara langsung untuk memilah-milah hasil panen kita. Disinilah petani akan menyadarinya betapa kerasnya kerja kita dan berapa banyak waktu yang kita buang untuk pertumbuhan dan panen cacing tanah kita.
Beranjak dari perkembangbiakan dan pemanenan, penawaran cacing tanah kita sekarang sangatlah wajar untuk dipertanyakan. Berapa harga asli perkilo cacing tanah…..? Itupun belum dihitung berapa banyak waktu yang kita buang untuk membersihkan cacing tanah dari bahan media maupun makanan sebelum kita lepaskan kepasar ataupun calon pembeli kita.
Disebutkan diatas adalah benar-benar gambaran kasar tentang apa dan bisa menjadi kenyataan negatif dan harus benar-benar dijadikan pertanyaan bagi petani pemula yang akan terjun di bisnis pertanian cacing tanah. Untuk itulah fakta dan saran ini disampaikan, apakah pertanian cacing tanah bisa dijadikan bisnis yang menguntungkan atau tidak, para petani pemula sangatlah perlu memperhatikan potensi pasar cacing tanah dengan baik. Karena untuk masuk kedalamnya perlu dikaji kembali tingkat keberhasilannya. Sebab diluar sana sudah banyak petani cacing tanah yang mengeruk tambang mas hitam ini menjadi lahan bisnis mereka yang baru.
Karena pasokan dan permintaan telah lama menjadi kunci untuk setiap usaha bisnis yang sukses. Bisnis cacing tanah memiliki berbagai atribut, tidak hanya menjualan produk berupa cacing tanah itu sendiri. Melainkan masih banyak produk yang dihasilkan. Tentu saja cacing sendiri adalah tambang emas moneter, tapi kita harus mempertimbangkan produk sampingan yang bisa sangat menguntungkan secara finansial juga. Jadi, ketika kita merenungkan pemasaran hasil panen cacing tanah, kita masih memiliki produk sampingan yang tidak kalah berharganya dan perlu dipertimbangkan kembali serta berbagai pasar yang menginginkan pasokan produk cacing tanah.

Sunday, 14 April 2013

CACING TANAH UNTUK KESEHATAN

Cacing tanah memiliki banyak khasiat. Dalam dunia modern, senyawa aktif cacing tanah digunakan sebagai bahan obat. Diantaranya untuk mengobati demam, tifus, rematik, batu ginjal, dan cacar air. Selain itu, ditemukan pula cacing tanah bermanfaat untuk menyembuhkan untuk mencegah dan mengobati penyumbatan pembuluh darah jantung (ischemic) yang berisiko mengundang penyakit jantung koroner (PJK), tekanan darah tinggi (hipertensi), dan stroke.

Di RRC, Korea, Vietnam, dan banyak tempat lain di Asia Tenggara, cacing tanah terutama dari jenis Lumbricus spp, juga telah digunakan sebagai obat sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan, tak sedikit produk kosmetik yang memanfaatkan bahan aktif tersebut sebagai substrat pelembut kulit, pelembab wajah, dan antiinfeksi. Sebagai produk herbal, telah banyak merek tonikum yang menggunakan ekstrak cacing tanah sebagai campuran bahan aktif.
Ba Hoang, MD, PhD, juga di Vietnam, yang berpraktek pengobatan konvensional dan pengobatan tradisional China, telah membuktikan efektivitas cacing tanah untuk mengobati pasien-pasiennya yang mengidap stroke, hipertensi, penyumbatan pembuluh darah (arterosklerosis), kejang ayan (epilepsi), dan berbagai penyakit infeksi. Resep-resepnya telah banyak dijadikan obat paten untuk pengobatan alergi, radang usus, dan stroke. Uji coba klinis serbuk enzim cacing tanah ini dilakukan terhadap 453 pasien penderita gangguan pembuluh darah (ischemic cerebrovascular disease) dengan 73% kesembuhan total.
Penyembuhan tifus dapat terjadi karena peningkatan titik patokan suhu di hipotalamus. Jika sel tubuh terluka oleh rangsangan pirogen seperti bakteri, virus, atau parasit, membran sel yang tersusun oleh fosfolipid akan rusak. Salah sati komponen asam lemak fosfolipid, yaitu asam arakidonat, akan terputus dari ikatan molekul fosfolipid.Asam arakidonat akan membentuk prostaglandin dengan bantuan enzim siklooksigenase. Prostaglandin inilah yang merangsang hipotalamus untuk meningkatkan suhu tubuh. Gejala demam dapat diatasi dengan obat antipiretik.Cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai antipiretik.
Komponen kimia cacing tanah tidak menimbulkan efek toksik bagi manusia sehingga aman dikonsumsi. Pengujian ekstrak cacing tanah untuk melihat aktivitasnya sebagai antipiretik dilakukan menggunakan hewan percobaan tikus putih yang didemamkan dengan penyuntikan vaksin campak. Suhu normal tikus putih mirip dengan manusia, yaitu berkisar antara 35,9 hingga 37,5 derajat Celcius. Tikus putih yang sudah demam diobati dengan ekstrak cacing tanah dan parasetamol sebagai kontrol. Setelah didemamkan suhu tubuh tikus putih diukur dengan diamati pergerakan suhunya.Kelompok tikus putih yang tidak diberi pengobatan meningkat suhunya hingga perbedaannya rata-rata 1,8 derajat Celcius dari suhu normalnya. Sementara itu, yang diberi ekstrak cacing tanah hanya meningkat sedikit suhunya hingga perbedaannya 0,8 derajat Celcius.Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan suhu tikus putih yang didemamkan dapat ditahan oleh ekstrak cacing tanah. Bahkan, ketika telah dipisahkan senyawa aktifnya secara kasar, kenaikan suhu tikus putih yang didemamkan dapat ditahan hingga 0,4 derajat Celcius saja.

Sunday, 17 February 2013

KHASIAT BINATANG MENJIJIKAN INI BAGI MANUSIA

Cacing tanah memiliki banyak khasiat. Dalam dunia modern, senyawa aktif cacing tanah digunakan sebagai bahan obat. Diantaranya untuk mengobati demam, tifus, rematik, batu ginjal, dan cacar air. Selain itu, ditemukan pula cacing tanah bermanfaat untuk menyembuhkan untuk mencegah dan mengobati penyumbatan pembuluh darah jantung (ischemic) yang berisiko mengundang penyakit jantung koroner (PJK), tekanan darah tinggi (hipertensi), dan stroke.
Di RRC, Korea, Vietnam, dan banyak tempat lain di Asia Tenggara, cacing tanah terutama dari jenis Lumbricus spp, juga telah digunakan sebagai obat sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan, tak sedikit produk kosmetik yang memanfaatkan bahan aktif tersebut sebagai substrat pelembut kulit, pelembab wajah, dan antiinfeksi. Sebagai produk herbal, telah banyak merek tonikum yang menggunakan ekstrak cacing tanah sebagai campuran bahan aktif.


Ba Hoang, MD, PhD, juga di Vietnam, yang berpraktek pengobatan konvensional dan pengobatan tradisional China, telah membuktikan efektivitas cacing tanah untuk mengobati pasien-pasiennya yang mengidap stroke, hipertensi, penyumbatan pembuluh darah (arterosklerosis), kejang ayan (epilepsi), dan berbagai penyakit infeksi. Resep-resepnya telah banyak dijadikan obat paten untuk pengobatan alergi, radang usus, dan stroke. Uji coba klinis serbuk enzim cacing tanah ini dilakukan terhadap 453 pasien penderita gangguan pembuluh darah (ischemic cerebrovascular disease) dengan 73% kesembuhan total.
Penyembuhan tifus dapat terjadi karena peningkatan titik patokan suhu di hipotalamus. Jika sel tubuh terluka oleh rangsangan pirogen seperti bakteri, virus, atau parasit, membran sel yang tersusun oleh fosfolipid akan rusak. Salah sati komponen asam lemak fosfolipid, yaitu asam arakidonat, akan terputus dari ikatan molekul fosfolipid.Asam arakidonat akan membentuk prostaglandin dengan bantuan enzim siklooksigenase. Prostaglandin inilah yang merangsang hipotalamus untuk meningkatkan suhu tubuh. Gejala demam dapat diatasi dengan obat antipiretik.Cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai antipiretik.
Komponen kimia cacing tanah tidak menimbulkan efek toksik bagi manusia sehingga aman dikonsumsi. Pengujian ekstrak cacing tanah untuk melihat aktivitasnya sebagai antipiretik dilakukan menggunakan hewan percobaan tikus putih yang didemamkan dengan penyuntikan vaksin campak. Suhu normal tikus putih mirip dengan manusia, yaitu berkisar antara 35,9 hingga 37,5 derajat Celcius. Tikus putih yang sudah demam diobati dengan ekstrak cacing tanah dan parasetamol sebagai kontrol. Setelah didemamkan suhu tubuh tikus putih diukur dengan diamati pergerakan suhunya.Kelompok tikus putih yang tidak diberi pengobatan meningkat suhunya hingga perbedaannya rata-rata 1,8 derajat Celcius dari suhu normalnya. Sementara itu, yang diberi ekstrak cacing tanah hanya meningkat sedikit suhunya hingga perbedaannya 0,8 derajat Celcius.Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan suhu tikus putih yang didemamkan dapat ditahan oleh ekstrak cacing tanah. Bahkan, ketika telah dipisahkan senyawa aktifnya secara kasar, kenaikan suhu tikus putih yang didemamkan dapat ditahan hingga 0,4 derajat Celcius saja.

Thursday, 24 January 2013

JADI "THE BOSS" ; DARI BISNIS BARU ANDA

Jadilah "The Boss" dari bisnis baru anda. Apakah anda merencanakan pekerjaan paruh waktu atau penuh waktu membuat uang, anda akan menemukannya peluang usaha yang menarik serta sangat menguntungkan. Biayanya pun sangat sedikit untuk memulai, membutuhkan sedikit waktu dan usaha. Sebuah pekerjaan paruh waktu yaitu bisnis cacing tanah dapat dibangun menjadi mesin pembuat uang besar dalam batas-batas ruang, dan dapat diperluas menjadi bisnis menjanjikan dan menguntungkan jika dikelola dengan baik.
Peluang bisnis cacing tanah bisa memukau banyak orang di dunia saat ini, untuk volume informasi yang tersedia dirasa masih kurang. Ada beberapa hal seseorang harus tahu sebelum melangkah menuju sukses.
Hal pertama yang harus dinilai sebelum memulai bisnis cacing tanah adalah apakah anda berada dalam area menguntungkan untuk usaha. Ini akan membawa anda dengan cepat ke pertanyaan tentang apa jenis cacing tanah anda akan tumbuh dan untuk tujuan apa cacing tanah di pelihara, karena masing-masing cacing tanah tumbuh sesuai dengan tujuan bisnis dilingkungan sekitar anda.
Kedua produk utama untuk cacing tanah adalah sebagai umpan dan untuk pengkomposan. Cacing tanah untuk masing-masing produk dibudidayakan dan ditangani secara berbeda, jadi anda perlu mengetahui terlebih dahulu kearah mana anda ingin berwirausaha. Keempat produk ini akan meminta anda untuk mempelajari berbagai jenis cacing tanah dan kebutuhan mereka. Jenis bisnis cacing tanah dikenal dengan Vermiculture dan vermikompos.
Misalnya, jika anda ingin meningkatkan cacing untuk umpan (Vermikultur), anda akan perlu berkonsentrasi pada kesehatan, tingkat pertumbuhan, dan tingkat reproduksi cacing tanah anda. Anda akan menghabiskan lebih banyak upaya dan sumber daya menyediakan makanan terbaik dan lingkungan untuk media hidup cacing tanah. Untuk memulainya anda harus memahami berbagai jenis cacing yang tersedia di pasar dan jenis cacing apa yang membuat konsumen anda paling tertarik.
Vermikompos, seperti namanya, adalah sisi produk cacing tanah untuk tujuan peningkatan kesuburan tanah. Hal ini sering disalahpahami dalam bisnis cacing tanah, bahwa banyak pasar yang tersedia untuk bisnis cacing tanah. Cacing kompos, dibandingkan dengan cacing umpan, tidak perlu menjadikan cacing tanah kita besar atau kuat dalam perilaku. Tujuan dari budidaya cacing tanah umumnya adalah untuk membuat kompos untuk berkebun dan pertanian. Dalam hal ini yang jauh lebih khusus dan tidak memerlukan penelitian lebih detail.
Salah satu kekhawatiran terbesar untuk bisnis cacing tanah adalah iklim, disini dibutuhkan kemampuan anda untuk mengontrol iklim tersebut. Cacing tanah akan membutuhkan suhu tertentu dan persyaratan kelembaban untuk pertumbuhan optimal dan reproduksi. Ini akan menjadi hal paling penting dalam Vermikultur dan Vermikompos. Pemeliharaan cacing tanah akan membutuhkan beberapa kesabaran dan perhatian khusus terhadap lingkungan cacing tanah itu sendiri.
Meningkatkan populasi cacing tanah dan peternakan cacing tanah untuk dijual akan memakan waktu dan dedikasi anda. Namun, setelah anda berhasil mengembangkan cacing tanah, anda mungkin juga mempertimbangkan menjual produk cacing tanah dengan berbagai produk yang lainnya selain Vermikultur dan Vermikompos.
Sebuah bisnis cacing tanah akan meminta anda untuk mempelajari sendiri dan melakukan penelitian untuk menemukan pasar anda. Pilih cacing tanah dan ikuti menurut layanan yang ingin anda tawarkan. Setelah anda meyakini betapa penting manfaat cacing tanah, bisnis anda akan tumbuh sukses dalam bisnis cacing tanah.

Thursday, 17 January 2013

MENGAPA KITA PERLU CACING TANAH...?

Para ahli biologi maupun pertanian, mengakui bahwa cacing tanah sebagai indikator tingkat kesuburan tanah. Cacing tanah sebagai makroorganisme berperan sangat penting dalam proses pelapukan bahan-bahan organik didalam tanah dan menentukan tingkat kesuburan tanah.

Cacing tanah merupakan makhluk hidup yang memberikan multimanfaat bagi kehidupan manusia. Hewan ini tampak begitu lunak dan bagi sebagian orang menganggap sangat menjijikan. Akan tetapi hewan ini mempunyai potensi yang sangat besar bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia. 
Peranan cacing tanah ini sebenarnya telah diketahui sejak dahulu kala. Seorang ahli Yunani, Aristoteles, banyak menaruh perhatian terhadap cacing tanah. Ia menyebut cacing tanah adalah perutnya bumi. Pada tahun 69-30 sebelum Masehi, ratu cantik Cleopatra yang saat  itu berkuasa di Mesir melarang bangsa Mesir memindahkan cacing tanah ke luar dari Mesir, bahkan petaninya dilarang menyentuh cacing sebab pada zaman itu cacing tanah dianggap sebagai Dewa Kesuburan. Dalam catatan klasik Tiongkok, cacing tanah disebut tilung atau naga tanah. Cacing ini sejak dahulu kala mereka gunakan dalam berbagai ramuan untuk menyembuhkan bermacam-macam penyakit.
Seorang cendekiawan terkenal, Charles Darwin, telah menghabiskan waktunya selama hampir 40 tahun untuk mengamati kehidupan cacing tanah. la menyebut cacing tanah sebagai mahluk penentu keindahan alam dan pemikat bumi. Para petani pun telah mengetahui secara turun-temurun, bahwa cacing tanah dapat meningkatkan kesuburan tanah pertanian. Di Indonesia, manfaat cacing tanah masih sangat terbatas, yaitu sebagai pakan ternak atau ikan. Akan tetapi, di negara-negara lain cacing tanah juga bermanfaat sebagai bahan obat, bahan kosmetik, pengurai sampah dan sebagai makanan manusia.
Lahan pertanian yang mengandung cacing tanah pada umumnya akan lebih subur karena tanah yang bercampur dengan kotoran cacing tanah sudah siap untuk diserap oleh akar tanaman. Cacing tanah yang ada di dalam tanah akan mencampurkan bahan organik pasir ataupun bahan antara lapisan atas dan bawah. Aktivitas ini juga menyebabkan bahan organik akan tercampur lebih merata.
Kotoran cacing tanah juga kaya akan unsur hara. Ahli-ahli pertanian di luar negeri dari tahun ke tahun tertarik oleh gerakan cacing tanah. Mereka menyatakan bahwa kadar kimiawi kotoran cacing dan tanah aslinya banyak perbedaannya.
Dari hasil penelitian para ahli makanan ternak, ternyata selain tepung ikan, cacing tanah pun bisa digunakan untuk pakan ternak dan ikan. Menurut mereka, kadar protein cacing tanah lebih tinggi dibanding dengan tepung ikan. Selain itu kandungan asam aminonya paling lengkap, tidak berlemak, mudah dicerna dan tidak bertulang sehingga seluruh jasadnya dipakai.
Dalam dunia pengobatan tradisional Tiongkok, cacing tanah digunakan dalam ramuan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain meredakan demam, untuk penderita tekanan darah tinggi, bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi, dan juga dapat menyembuhkan tifus.
Di negara-negara industri maju, cacing tanah sudah dimanfaatkan dalam bidang kosmetika. Minyak hasil ekstraksi cacing tanah dapat digunakan sebagai pelembab. Penggunaan cacing tanah sebagai makanan manusia pada umumnya dicampur dengan makanan lain. Di Filipina, cacing tanah digunakan sebagai bahan untuk membuat perkedel. Di negara itu cacing tanah sudah mulai disukai sebagai santapan yang lezat.
Peluang yang dapat dimanfaatkan dari budidaya cacing tanah di Indonesia ini adalah memperhatikan kebutuhan pakan ternak di negara kita sendiri. Sebagian besar negara kita masih mengimpor dari berbagai Negara untuk mendapatkan pasokan tepung ikan untuk digunakan sebagai pakan ternak, tetapi menurut data yang berlaku, tepung cacing tanah lebih unggul daripada tepung ikan karena kadar proteinnya yang sebesar 72% jauh lebih tinggi daripada kadar protein tepung ikan yang hanya sebesar 22,65%. Di samping itu, tepung cacing tidak berlemak, mudah dicerna, dan mengandung beberapa asam amino (arginin, sistin, dan metionin) yang lebih tinggi daripada tepung ikan.
Permintaan impor terhadap tepung ikan ini pada tahun 1997 mencapai 120.570.359 Kg, pada tahun 1999 meningkat menjadi 140.000 ton dari negara Chilli. Sebenarnya tepung ikan impor tersebut dapat disubtitusi dengan tepung cacing.
Terdapat pula peluang dari luar negeri, salah satunya Korea yang memiliki sejarah pada tahun 1999 mengadakan permintaan terhadap cacing tanah sebanyak 35.000 ton per bulan dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya, termasuk sampai sekarang. Pada aspek pemasaran, produk cacing tanah dapat diserap oleh berbagai industri atau pasar, di antaranya adalah pasar industri pakan ternak dan ikan, industri pembibitan cacing tanah, industri farmasi dan obat-obatan. Di samping itu, cacing tanah banyak dibutuhkan untuk bahan (material) pengomposan sampah dan dapat dijadikan sebagai komoditas ekspor serta pengganti (subtitusi) impor tepung ikan yang merupakan bahan baku pakan ikan dan ternak. 
Permintaan terhadap cacing tanah di pasar Jawa Barat selalu meningkat setiap tahunnya. Selama 6 tahun sejak 1999 hingga 2005, setiap tahun terjadi peningkatan sejumlah 28.750 ton per tahun dari jumlah 17 ribu ton pada 1999 menjadi 189.500 ton pada tahun 2005.  Peningkatan permintaan dari tahun ke tahun terjadi akibat semakin beragamnya produk olahan cacing tanah disertai peningkatan preferensi konsumen untuk mulai mengkonsumsi produk yang berbahan dasar cacing tanah. Jumlah peningkatan permintaan pakan ternak berupa tepung ikan sebagai barang subtitusi cacing tanah dari 27 orang peternak ayam dan ikan di daerah Leuwiliang Bogor.
Saat ini produksi cacing tanah dalam negeri masih sangat rendah. Misalnya, provinsi Jawa Barat pada tahun 1999 memproyeksikan produksi cacing tanah sebanyak 12.787,04 ton yang diproduksi oleh sekitar 400 pembudidaya cacing tanah di 15 kabupaten.  Usaha cacing tanah di Indonesia ini masih terjadi over demand. Dengan demikian, jika dilihat dari segi penawaran yang dilakukan oleh para peternak cacing tanah, hal ini tidak menjadi kendala yang tidak begitu berarti asal mampu bersaing dalam hal kuantitas atau jumlah produk yang dihasilkan.
Menurut Rukmana (1999), jumlah penawaran terhadap cacing tanah di daerah Jawa Barat yang berasal dari para peternak cacing tanah di daerah tersebut pada tahun 2005 mencapai 164.222,24 ton. Selama 6 tahun sejak 1999 sampai 2005, terjadi peningkatan penawaran dari 12.787,04 ton menjadi 164.222,24 ton, dengan rata-rata peningkatan adalah sebesar 25.239,2 ton per tahun.
Angka tersebut masih belum memenuhi jumlah permintaan yang ada di pasar. Jumlah penawaran cacing tanah yang belum mampu memenuhi permintaan pasar ini adalah akibat adanya permintaan yang terus meningkat, tetapi tidak diiringi dengan peningkatan jumlah produksi oleh para produsen cacing tanah serta minimnya pengusaha baru yang menggeluti usaha budidaya cacing tanah ini.
Penawaran produk cacing tanah yang terjadi di pasar ini bersifat variatif. Produk utama dari cacing tanah adalah cacing tanah itu sendiri dan kotoran cacing atau yang biasa disebut Kascing (bekas cacing). Sedangkan variasi produk cacing tanah yang beredar di pasar selain Leuwiliang Bogor antara lain dalam bentuk produk pakan ikan dan ternak, produk nutrisi tanaman, produk farmasi, dan produk kosmetik. Adanya kekurangan penawaran barang subtitusi cacing tanah berupa pakan ternak seperti tepung ikan menjadi salah satu peluang untuk usaha cacing tanah ini. Selain itu, apabila produk cacing tanah dapat diproduksi dalam skala besar maka akan sanggup menggeser produk pakan ternak yang lain. Hal ini dikarenakan cacing tanah memiliki keunggulan kandungan nutrisi berupa protein yg jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produk pakan ternak yang lain, yaitu sebesar 72 persen. 
Melihat kemampuan dan manfaat cacing tanah, dapat mengubah paradigma yang selama ini kita beranggapan bahwa cacing tanah adalah binatang yang menjijikan bisa menjadi ladang emas hitam yang cukup menjanjikan bagi para petani cacing tanah yang baru akan terjun ke dalam bidang ini. 

Wednesday, 16 January 2013

LANGKAH SUKSES BISNIS CACING TANAH

Pada saat ini saya menerima banyak panggilan Telepon, Facebook, Twitter dan email ke saya, semua sangat tertarik untuk mulai belajar membudidayakan cacing tanah, dan saya ingin berbagi dengan pembaca lain melalui website ini dalam Subjek bisnis cacing tanah ini.
Saya tegaskan di sini bahwa untuk bisnis cacing tanah sangatlah mudah, tapi kendala utama adalah pemasaran, sehingga hal yang paling penting pada awal bisnis cacing tanah digunakan untuk menentukan pasar untuk cacing. dan juga untuk berpikir tentang apa produk yang dihasilkan dari hasil budidaya cacing tanah ini. Karena jika Anda berpikir untuk menjual bibit cacing tanah lagi, saya jamin ANDA TIDAK AKAN sukses!

Jadi ingat langkah - langkah berikut:
  1. Cari produk yang dihasilkan dari akhir budidaya cacing tanah anda.
  2. Riset pasar untuk produk Anda untuk membuat dan mulai menjelajahi permintaan di pasar untuk produk Anda.
  3. Jika itu menjadi jelas bahwa tujuan bisnis cacing sangatlah bagus, dan Anda dapat menjadi sentra bisnis cacing.
"Jangan berpikir untuk penjualan benih cacing saja" karena jika Anda berpikir untuk penjualan bibit berarti Anda harus mulai dari awal kegagalan Anda.

Tuesday, 15 January 2013

PENIPUAN ; WASPADA BAGI PEMBUDIDAYA CACING TANAH PEMULA


Waspadalah terhadap penipuan yang menawarkan budidaya cacing tanah adalah cara jitu untuk membuat kita cepat kaya dengan sedikit usaha. Banyak orang berpendapat bahwa budidaya cacing tanah sangat baik. Itu semuanya benar, jika kita mengurus peternakan cacing tanah yang kita pelihara ada berkilo-kilo bibit cacing tanah yang kita pelihara.
Banyak orang mengatakan bahwa disaat kita memelihara cacing tanah dengan jumlah sedikit akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, karena populasi cacing tanah yang akan kita pelihara akan berlipat ganda peningkatan populasinya dalam waktu 30 - 40 hari.

Itu semua tidak benar! Dalam kenyataannya cacing tanah populasinya akan berlipat ganda jika bibit yang kita tanam tidak dalam jumlah sedikit, melainkan semakin banyak bibit cacing tanah yang kita pelihara dan membutuhkan waktu yang cukup panjang yaitu antara 60 – 90 hari. Penipuan besar  bagi pembudidaya cacing tanah yang menawarkan suatu peluang usaha bagi calon-calon pembudidaya cacing tanah pemula dengan menanam bibit cacing tanah beberapa kilo saja akan mendatangkan keuntungan besar dengan menghasilkan ratusan kilo hanya dalam kurun waktu yang relatif singkat yaitu 30 - 40 hari.
Dan satu lagi kadangkalanya pembudidaya cacing tanah pemula sering kali tertipu dengan bibit cacing tanah yang di inginkan, semisal membeli bibit cacing tanah yang diminta jenis Lumbricus Rubellus di berikan bibit cacing tanah jenis Lumbricus Terestris atau African Nightcrawler. Memang bagi pembudidaya pemula masih belum bisa membedakan jenis-jenis cacing tanah yang diinginkan. Untuk itu perlu diwaspadai sebelum membeli bibit cacing yang diinginkan diharapkan konsultasi dulu sama yang sudah berpengalaman dalam budidaya cacing tanah.
Banyak pemain di bisnis ini menjaring para konsumen atau plasma-plasma baru untuk membeli bibit cacing tanah tetapi mereka belum mengenal cacing mana seharusnya bibit yang perlu di budidayakan. Dengan maraknya budidaya cacing tanah yang para pemain lama berlomba-lomba menjebak pembudidaya pemula untuk membeli cacing mereka. Sungguh penipuan besar-besaran, untuk itu diharapkan para pemula memahami dulu jenis cacing yang rencana mau di budidaya.

BAU TIDAK SEDAP ; BUDIDAYA CACING TANAH

Bau tidak sedap dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; 
  1. Wadah pemeliharaan penuh dengan sisa makanan yang sempat termakan oleh cacing. Oleh karena itu dalam pemberian pakan jangan terlalu banyak, karena sisa makan yang tersisa akan menyebabkan bau busuk. Untuk memperbaikinya, hancurkan setiap gumpalan makanan dan berhenti menambahkan makanan sampai cacing memiliki kesempatan untuk makan apa yang telah disediakan. Kita juga harus mencoba menutupi makanan baik dengan bahan plastik atau lembaran koran yang sudah dibasahi dengan air.
  2. Media hidup cacing harus diusahakan berongga atau longgar agar udara bisa masuk kedalam bersamaan dengan cacing. Aduk – aduk media dengan lembut agar media mendapatkan oksigen lebih banyak.  Yang menyebabkan media kita bau adalah ada bakteri anaerob yang bisa tumbuh tanpa adanya oksigen. Kita mungkin perlu mengulang untuk mengaduk – aduk media ketika mengecek media hidup cacing tanah terlalau padat atau tidak terlalu longgar.
  3. Media terlalu basah. Periksa lubang drainase yang telah kita buat, apakah lubang – lubang itu tersumbat atau tidak. Sebab jika lubang drainase tersumbat mengakibatkan kelembaban media meningkat sehingga berdampak penurun kadar oksigen di dalam media hidup cacing tanah. Mungkin ini disebabkan saat pemberian makan terlalu banyak mengandung air. Setiap kali kita memberikan makanan usahakan meletakkan kertas koran diatas makanan yang kita berikan. Tujuannya adalah untuk menyerap kelembaban yang berlebihan dalam makanan tersebut. Selain itu, hindari menambahkan air atau makanan dengan tingkat kelembaban tinggi untuk sementara waktu, seperti bubur buah – buahan yang mengandung kadar air tinggi atau menambahkan media yang baru dalam wadah pemeliharaan itu juga bisa membantu. Jika media hidup cacing tanah benar – benar dalam kondisi basah cacing bisa berada dalam keadaan bahaya tenggelam, untuk itu serap air sebanyak sebanyak mungkin hingga tingkat kelembaban media menurun.
  4. Media terlalu asam. Kondisi terlalu asam dapat menyebabkan bau. Uji media dengan pH meter (banyak tersedia ditoko – took pertanian). Kurangi jumlah makanan yang mengandung asam untuk diberikan kepada cacing. Coba tambahkan kulit telur ditumbuk halus untuk menurunkan pH. Usahakan menambahkan kulit telur sebulan sekali untuk menyeimbangkan pH. Produk yang aman lainnya yang dapat menetralkan asam media adalah debu batu dan kalsium karbonat. Kedua produk ini juga akan memberikan grit ke cacing. Beberapa orang lebih suka menggunakan kapur untuk menurunkan pH, tetapi harus diwaspadai pemberian kapur dapat menurunkan pH secara dramatis jika kita menggunakan terlalu banyak. Disisi lain kapur juga memberikan dampak yang buruk terhadap cacing.
  5. Beberapa makanan bisa menimbulkan bau. Hindari sayuran atau buah – buahan yang bisa memunculkan bau busuk seperti sawi, kubis, buah papaya dll.
  6. Memberikan makan yang salah. Produk daging, produk susu, dan makanan yang sangat berminyak sebaiknya tidak diberi kepada cacing. Cacing biasanya pergi meninggalkannya dan membiarkanya membusuk dan menyebabkan bau yang mengerikan.

Thursday, 8 March 2012

CACING TANAH; SUMBER PROTEIN TINGGI

Di Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Hongaria, dan Filipina, cacing dipakai sebagai bahan campuran biskuit dan minuman penyegar. Hewan ini juga digunakan sebagai obat seperti antipyrn, antipyretic, dan antidote. Sejumlah zat yang bermanfaat bagi manusia memang terkandung di dalamnya.
Menurut Bambang Sudiarto, peneliti dari Lembaga Ekologi Universitas Padjajaran Bandung, cacing adalah sumber protein sangat tinggi, sekitar 76 persen. Itu berarti lebih tinggi dibanding daging yang hanya 65 persen, dan kacang kedelai yang hanya 45 persen.Ditambahkan, cacing tanah juga mengandung 15 jenis asam amino esensial dengan kadar yang sangat tinggi. Zat ini biasa digunakan untuk menyempitkan atau melebarkan pembuluh darah. Penelitian lainnya, pharetima mengandung mineral dan sejumlah asam anorganik. Selain itu, binatang ini juga mengandung lumbrofebrin, lumbritin, terre strolumbrolysin, xanthine, adenine dan hypoxabthine.
Lebih lanjut Dr. Kiswojo menjelaskan, penelitian laboratorik menunjukkan pheretima mempunyai khasiat terhadap sistem saraf (menenangkan, menghilangkan kejang, menurunkan panas, menghentikan nyeri), terhadap sistem kardiovaskular (menurunkan tekanan darah, menormalkan denyut jantung yang tidak teratur), terhadap sistem imunologi (meningkatkan daya imun), melebarkan saluran pernapasan (sebagai bronchodilatator), terhadap sirkulasi darah (mencegah pembentukan trombus, mencegah pembekuan darah, menghancurkan trombus), atitumor (ekstrak pheretima 912), merangsang otot polos uterus, membunuh sperma binatang percobaan. sumber : Asosiasi Kultur Vermi Indonesia (AKVI)

Saturday, 18 February 2012

MEMULAI BISNIS CACING TANAH

Jadi Anda sudah membaca tentang budidaya cacing di website ini, dan ini adalah sebuah  ide bagus untuk Anda. Soal fakta, anda pikir itu adalah ide yang cukup besar dan anda dapat memulai budidaya  sendiri. Anda tidak hanya akan mengembangbiakan  cacing untuk tujuan anda sendiri, tetapi anda dapat memulai bisnis budidaya  cacing dan menghasilkan banyak uang juga.

Sedangkan memulai budidaya cacing mungkin terdengar mudah, ada sedikit informasi yang perlu anda ketahui. Informasi Ini akan sedikit bervariasi dari teknik budidayanya, tergantung pada jenis kandang yang anda gunakan, lokasinya, iklim, media  yang anda gunakan, dan jenis bahan limbah rumah tangga yang biasanya di manfaatkan sebagai makanan cacing. Anda dapat belajar tentang variasi budidaya cacing dalam proses Vermiculture. Saya yakin anda tidak ingin belajar hal ini ketika sedang di bawah tekanan karena harus memproduksi cacing atau kokon cacing untuk klien komersial. Lebih baik dari awal tanpa tekanan atau beban.

Setelah Anda terbiasa dengan proses budidaya cacing, maka anda dapat menambahkan lahan  tambahan untuk memperbesar usaha dan budidaya cacing di jadikan sebagai komersial. Memproduksi cacing atau kokon secara skala besar akan meminta anda untuk mengajukan beberapa efisiensi yang mungkin tidak ada dalam skala kecil budidaya anda. Selain itu, sekali budidaya cacing anda berkembang ke skala yang cukup besar, anda mungkin mulai mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan yang diperlukan seperti tempat kandang atau bahan baku. Anda juga perlu mencari pemasok yang menyediakan bahan baku yang konsisten. Hal ini akan memungkinkan produk jadi anda harus konsisten, yang merupakan salah satu kunci untuk memungkinkan penjualan komersial secara mantap.
Setelah anda menghasilkan pasokan cacing dan kokon, anda harus menemukan pembeli. Meskipun anda mungkin berfantasi bahwa produk unggulan anda akan menyebar jauh dan luas, itu lebih mungkin bahwa anda akan harus pergi keluar dan mencari peluang-peluang untuk bisnis. Setelah anda mendapatkan beberapa pelanggan tetap, dan menyediakan mereka dengan produk yang baik, anda mungkin menemukan bahwa dari mulut ke mulut akan menendang masuk tapi itu semata bukan jaminan, dan hanya satu alasan lagi mengapa anda perlu menyempurnakan proses berkembang sebelum terjun untuk komersial. Jika anda berkonsentrasi pada sisi bisnis, anda tidak perlu mengkhawatirkan tentang budidaya cacing.
Anda akan menemukan beberapa perusahaan yang menjual perlengkapan yang akan membuatnya terdengar seperti budidaya cacing adalah jalan terbaru dan terbesar untuk meraup kekayaan. Ini harus kita pahami, klaim ini harus diambil dengan falsafah padi, sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Budidaya cacing tanah pasti bisa menjadi bisnis yang layak, namun proses ini perlu menjadi sesuatu yang anda nikmati. Jangan memulai bisnis cacing tanah hanya karena anda pikir itu cara mudah untuk membuat uang. Sungguh itu adalah jalan menuju keyakin yang sangat mengecewakan.

Top Categories